Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki banyak bangunan tempat peristirahatan Keraton (Pesanggrahan Keraton) yang tersebar diseluruh wilayah kota Yogyakarta. Banyak diantara Pesanggrahan Keraton Yogyakarta tersebut masih terawat baik meski sudah berusia ratusan tahun, namun ada pula yang kini tinggal tampak pagar bangunannya saja.

Berikut 10 Pesanggrahan Keraton Yogyakarta

1. Pesanggrahan Ambarketawang


AmbarketawangPesanggrahan Ambar Ketawang dulunya merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal Sri Sultan Hamengku Buwono I selama pembangunan Kraton Yogyakarta selama setahun, dari 9 Oktober 1755 hingga 7 Oktober 1756.
Pesanggrahan Ambarketawang ini menjadi tempat paling bersejarah dalam rangka berdoa (manekung) meminta petunjuk Allah SWT untuk merencanakan pembangunan Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang sekarang dikenal kraton Yogyakarta.
Sampai saat ini pesanggrahan Ambarketawang masih secara rutin dijadikan tempat upacara Bekakak yang dilaksanakan setiap bulan Jawa Sapar.

2. Pesanggrahan Taman Sari


tamansariTaman Sari yang berarti “taman yang indah” adalah sebuah tempat peristirahatan (pesanggrahan) bagi Sultan Yogyakarta beserta seluruh kerabat istana.
Taman yang mendapatkan sebutan “ The Fragrant Garden” ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku buwana 1 pada tahun 1758-1765.
Taman Sari awalnya memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa kolam pemandian, kanal air, jembatan gantung, gedung, danau buatan, pulau buatan dan lorong bawah tanah.

3. Pesanggrahan Rejowinangun (warungboto)


Pesanggrahan RejowinangunPesanggrahan Rejowinangun ini dikenal juga sebagai Pesanggrahan Warungboto. Situs pesanggrahan Keraton ini dibangun sekitar tahun 1800-an oleh Sultan Hamengku Buwono II.
Seperti Taman Sari, pesanggrahan Rejowinangun ini juga memiliki lantai bawah tanah. Pesanggrahan Rejowinangun dibangun dengan sebuah rancangan taman beserta kolam yang sifatnya pribadi, dikelilingi oleh bangunan sehingga tak terlihat dari luar.
Lokasi pesanggrahan berada di sebelah timur Kraton Yogyakarta yaitu berlokasi di sisi timur dan barat sungai Gajah Wong.

4. Pesanggrahan Gua Siluman

Pesanggrahan Gua SilumanPesanggrahan Gua Siluman terletak di wilayah Wonocatur, Sleman.Pesanggrahan yang juga dikenal sebagai Pesanggrahan Wonocatur ini sebenarnya pernah berfungsi penting bagi kalangan Kraton Yogyakarta, sebagai tempat bertapa.
Pesanggrahan Gua Siluman dipercaya memiliki keampuhan lain, seperti mampu untuk membuang sial, meruwat supaya nasib seseorang menjadi lebih baik lagi.
Berkunjung ke Pesanggrahan Gua Siluman ini sama sekali tidak dikenakan biaya masuk.

5. Pesanggrahan Sonapakis

Pesanggrahan SanapakisSanapakis terletak di Dusun Sonopakis Lor, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Menurut Serat Rerenggan Kraton, pesanggrahan Sanapakis didirikan oleh HB II.
Fungsi utama pesanggrahan tersebut adalah sebagai tempat peristirahatan bagi keluarga raja, maka di pesanggrahan tersebut biasanya dilengkapi dengan fasilitas taman, kebun, sumber air dan kolam. Untuk Situs Sanapakis, kemungkinan sumber air berasal dari Sungai Bedog, Kalibayem.
Kini pesanggrahan Sanapakis dapat dikatakan tidak meninggalkan peninggalan, kecuali peninggalan berupa pagar, yakni pagar keliling luar dan pagar keliling dalam, serta tiang yang kondisinya tidak terawat.

6. Pesanggrahan Madya Ketawang

Pesanggrahan Madya KetawangPesanggrahan Madyaketawang adalah markas dari kesatuan Bregada Langen Kesuma, yakni kesatuan khusus prajurit berkuda putri pengawal raja. Semua pasukannya adalah perempuan.

Serat Rerenggan Karaton, Pupuh XXII, Sinom, menyebutkan:
“Sanggrahan Madya Ketawang, lamun miyos Sri Bupati, pratameng Langenkusuma, lir priya praboting jurit, tinonton saking tebih, saengga priya satuhu, samya munggeng turangga, myang yen gladhi neng praja di, angreh kuda neng ngalun-alun pungkuran.”
(Di Pesanggrahan Madyaketawang, dan datanglah Sri Bupati [maksudnya Sri Sultan] untuk menyaksikan mereka, seorang perempuan yang menjadi pemimpin pasukan Langen Kesuma, penampilannya mirip prajurit lelaki, dilihat dari jauh, tampak seperti prajurit laki-laki sungguhan, semua naik kuda, menuju tempat latihan di ibukota, yaitu di Alun-alun Pungkuran.)

7. Pesanggrahan Samas

Pesanggrahan SamasPesanggrahan Samas didirikan pada masa Sultan Hamengkubuwono II, sebagai tempat peristirahatan, rekreasi serta dimungkinkan juga untuk kepentingan religius.
Kondisi Pesanggrahan Samas sekarang hanya menyisakan bekas tembok yang membujur ke utara – selatan dengan batu bata berspesi dan diplester dengan semen.

8. Pesanggrahan Ambarbinangun

Pesanggrahan AmbarbinangunPesanggrahan Ambarbinangun terletak di Ambarbinangun, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Menurut catatan sejarah, Pesanggrahan Ambarbinangun dibangun pada masa kekuasaan Sri Sultan Hamengkubuwono VI oleh seorang pengusaha Belanda bernama Wenschang.
Dari tugu prasasti yang ada di halaman depan diketahui bahwa pembangunan selesai pada tahun Jawa 1784 atau tahun 1855 Masehi.
Pada masa awal Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Pesanggrahan Ambarbinangun masih digunakan sebagai tempat pesiar raja dan kerabatnya. Lalu, pada masa penjajahan Jepang tempat ini digunakan sebagai pusat pelatihan kaibodan dan seinendan.
Pada masa Clash II salah satu gedung digunakan sebagai gudang obat-obatan dan senjata tentara Republik Indonesia. Setelah Kemerdekaan, Pesanggrahan Ambarbinangun sempat dijadikan sebagai Kantor Bupati Bantul (1949-1952), Kantor Kapenewon Kasihan (1952-1964) dan asrama Latihan Kemiliteran Pegawai Sipil.

9. Pesanggrahan Ambarukmo

Pesanggrahan AmbarukmoPesanggrahan Ambarukmo terletak diantara Ambarukmo Plaza dan Hotel Ambarukmo atau di Jalan Laksamana Udara Adi Sucipto Yogyakarta.
Merupakan salah satu Pesanggrahan Kraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono V (1823-1855) dan selesai dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono VII (1877-1921).
Pesanggrahan Ambarukmo ini dulunya merupakan tempat kediaman Sultan Hamengku Buwono VII sesaat setelah beliau turun tahta atau lengser keprabon dan madheg mandhito.
Pesanggrahan Ambarukmo juga memiliki kaitan dengan sejarah Kabupaten Sleman. Ketika awal pembentukan Kabupaten Sleman, tempat ini digunakan sebagai kantor pusat pemerintahan Sleman.
Ada empat orang Bupati Sleman yang pernah berkantor di Pesanggrahan Ambarukmo diantaranya Bupati Sleman periode pertama yakni KRT Pringgodiningrat (1945-1947), kedua KRT Projodiningrat (1947-1950), KRT Dipodiningrat (1950-1955), KRT Prawirodiningrat (1955-1959), dan KRT Murdodiningrat (1959-1964).

10. Pesanggrahan Garjitawati

Pesanggrahan Garjitawati ini diyakini merupakan sebuah pesanggrahan kuno yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan yang digunakan pada saat iring-iringan yang membawa jenasah raja-raja kasultanan Mataram dari Surakarta dan Kartasura yang meninggal.
Para Raja Mataram yang meninggal ini biasanya akan dimakamkan di Makam Raja-raja Imogiri yang terletak di sebelah selatan Yogyakarta. Nah, pada saat membawa jenazah Raja menuju Makam Raja-raja Imogiri inilah rombongan akan sejenak beristirahat di Pesanggrahan Garjitawati.

 

source: 12341asdp.blogspot.com/2016/05/berbagai-pesanggrahan-di-jogjakarta.html